Kurikulum dan Pembelajaran

 

BAB II

KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN

A.     Kurikulum

Kurikulum ini disusun dengan mengakomodasi kebutuhan dan tantangan pendidikan masyarakat di Indonesia pada masa depan. Informasi akan kebutuhan dan tantangan ini dihimpun dari berbagai sumber, baik informasi dari media masa, pemerintah, alumni. Kebutuhan mas mendatang yang semakin kompleks menuntut adanya inovasi. Inovasi akan muncul jika ada kreatifitas, kreatifitas harus ditumbuhkembangkan pada siswa dalam kegiatan pembelajaran. Untuk itu materi dan proses pembelajaran  harus diselenggarakan agar dapat menyesuaikan diri dengan tantangan jaman mendatang.

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah kerangka penjenjangan kualifikasi dan kompetensi tenaga kerja Indonesia yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan sektor pendidikan dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja dalam suatu skema pengakuan kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur di berbagai sektor pekerjaan. KKNI merupakan suatu kebijakan pemerintah yang harus diacu dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum terkini untuk perguruan tinggi. Dengan diterapkannya KKNI, lulusan perguruan tinggi di Indonesia memiliki aksesibilitas yang lebih tinggi terhadap kesempatan kerja pada tingkat internasional.

Dalam pengembangan kurikulum di Universitas PGRI Ronggolawe Tuban, KKNI dijadikan sebagai acuan minimal dalam menentukan kompetensi lulusan, di mana untuk program sarjana berada pada jenjang kualifikasi ke-6. Kurikulum di Universitas PGRI Ronggolawe Tuban dikembangkan dan dilaksanakan berbasis kompetensi dengan orientasi pada penguasaan ilmu dan teknologi (competence), pengembangan kepribadian yang memiliki suara hati (conscience), dan hasrat bela rasa (compassion) serta wawasan kebangsaan dan mengacu kepada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Kurikulum di Universitas PGRI Tuban diarahkan untuk mengembangkan mahasiswa agar memiliki integritas moral, kemampuan berpikir kritis, sikap kepedulian sosial terutama bagi mereka yang memerlukan perhatian khusus, serta wawasan kebangsaan dalam rangka pengembangan nilai-nilai kemanusiaan yang luas. Oleh karena itu, kegiatan kurikuler, ko kurikuler dan ekstra kurikuler yang diselenggarakan di Universitas PGRI Ronggolawe Tuban dirancang agar saling mendukung dan saling melengkapi demi pengembangan mahasiwa secara utuh.

 

B.     Pembelajaran

  1. Pendidikan di UNIROW diselenggarakan melalui proses pembelajar-an yang mengembangkan kemampuan belajar mandiri.
  2. Penyelenggaraan pendidikan dapat dilakukan dengan kuliah, seminar, simposium, diskusi panel, lokakarya, praktik, dan kegiatan ilmiah lain.
  3. Tahun akademik dibagi dalam 2 (dua) semester yaitu semester gasal dan semester genap yang masing-masing terdiri dari 16 (enam belas) minggu efektif.
  4. Tahun akademik dimulai bulan September sampai dengan bulan Agustus
  5. Di antara semester gasal dan semester genap dapat menyelengga-rakan semester antara untuk memperbaiki nilai, atau percepatan masa studi.

C.     Sistem Kredit Semester

  1. Definisi
    1. Sistem Kredit Semester adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan yang beban studi mahasiswa, beban kerja tenaga pengajar, dan beban penyelenggaraan program lembaga pendidikannya dinyatakan dalam kredit.
    2. Kredit adalah suatu ukuran untuk mengukur besarnya beban studi mahasiswa, beban kerja suatu program pada suatu lembaga pendidikan.
    3. Satuan Kredit Semester (sks) adalah takaran waktu kegiatan belajar yang di bebankan pada mahasiswa per minggu per semester dalam proses pembelajaran melalui berbagai bentuk pembelajaran atau besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa dalam mengikuti kegiatan kurikuler di suatu program studi.
  2. Tujuan

Tujuan umum penerapan sistem kredit di perguruan tinggi adalah agar perguruan tinggi tersebut dapat mencapai dua hal. Pertama, memungkinkan penyajian program pendidikan yang beragam dan luwes, sehingga tersedia kemungkinan lebih luas bagi mahasiswa untuk memilih program menuju suatu macam jenjang profesi tertentu. Kedua, memungkinkan penggunaan sarana pendidikan secara lebih efisien untuk menyelenggarakan berbagai program pendidikan. Secara khusus, tujuan penerapan sistem kredit adalah, sebagai berikut :

  1. Untuk memberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang cakap dan giat agar dapat menyelesaikan studi sesuai kemampuannya.
  2. Untuk memberikan kesempatan kepada para mahasiswa agar dapat mengambil mata-mata kuliah yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya.
  3. Untuk memberikan kemungkinan agar sistem pendidikan dengan masukan dan keluaran jamak dapat dilaksanakan.
  4. Untuk mempermudah penyesuaian kurikulum dari waktu ke waktu dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat.
  5. Untuk memberi kemungkinan agar sistem evaluasi kemajuan belajar mahasiswa dapat diselenggarakan dengan sebaik-baiknya.
  6. Untuk memungkinkan pengalihan kredit antarprodi, antarbagian, atau antarfakultas dalam sesuatu perguruan tinggi.
  7. Untuk memungkinkan perpindahan kredit antarprodi, antarperguruan tinggi yang satu ke perguruan tinggi yang lain, atau dari satu bagian ke bagian yang lain dalam suatu perguruan tinggi tertentu.
  8. Ciri-ciri dasar sistem kredit adalah:
  9. Pada sistem kredit, tiap-tiap matakuliah diberi harga/bobot yang dinamakan nilai kredit.
  10. Banyaknya nilai kredit untuk setiap matakuliah ditentukan atas besarnya usaha untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dinyatakan dalam program perkuliahan, praktikum, kerja lapangan, maupun tugas-tugas lain.

 

  1. Beban Studi Mahasiswa
  2. Beban studi mahasiswa dalam satu semester adalah jumlah nilai kredit yang dapat diambil oleh mahasiswa dalam semester yang bersangkutan.
  3. Pada setiap semester, setiap mahasiswa wajib mengambil matakuliah dengan sistem yang ditentukan oleh Fakultas/Program Studi masing-masing.
  4. Beban studi program S1paling sedikit 144 sks
  5. Program S1 masa studi paling lama 7 tahun.
  6. Setiap mata kuliah paling sedikit memiliki bobot 1 (satu) sks
  7. 1 (satu)  sks  pada  bentuk  pembelajaran  kuliah, responsi dan tutorial, mencakup:

1) kegiatan belajar dengan tatap muka 50 (lima puluh) menit per minggu per semester;

2) kegiatan belajar dengan penugasan terstruktur 60 (enam puluh) menit  per minggu per semester; dan

3) kegiatan  belajar  mandiri 60 (enam  puluh)  menit  per  minggu  per  semester.

  1. 1 (satu) sks pada bentuk pembelajaran seminar atau bentuk pembelajaran lain yang sejenis, mencakup:
    • kegiatan belajar  tatap  muka 100 (seratus) menit per  minggu per semester; dan
    • kegiatan belajar  mandiri 70 (tujuh  puluh)  menit  per    minggu per semester.
  2. 1 (satu) sks pada bentuk pembelajaran praktikum, praktik studio, praktik bengkel, praktik  lapangan,  penelitian,  pengabdian  kepada  masyarakat, dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara, adalah 170 (seratus tujuh puluh) menit per minggu per semester.
  3. Beban belajar mahasiswa program diploma empat/sarjana terapan dan program sarjana pada tahun pertama (semester satu dan dua) hanya diperbolehkan mengambil maksimal 20 (dua puluh) sks per semester.
  4. Beban belajar mahasiswa program diploma empat/sarjana terapan, dan program sarjana yang berprestasi akademik tinggi, setelah 2 (dua) semester pada tahun akademik yang pertama dapat mengambil maksimum 24 (dua puluh empat) sks per semester pada semester berikutnya.
  5. Bagi mahasiswa yang mengulang diperbolehkan mengambil sks di luar paket yang telah ditetapkan yang disesuaikan dengan kemampuan dengan ketentuan tidak melebihi 24 sks setiap semester.
  6. Bagi mahasiswa transfer dapat mengambil matakuliah yang belum ditempuh sesuai dengan kemampuan dengan ketentuan tidak lebih dari 24 sks setiap semester.
  7. Semester antara (sementer pendek) diselenggarakan dengan ketentuan:
    • waktu perkuliahan selama paling sedikit 8 (delapan) minggu;
    • beban belajar mahasiswa paling banyak 9 (sembilan) sks;
    • sesuai beban belajar mahasiswa untuk memenuhi capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.
    • apabila semester antara diselenggarakan dalam bentuk perkuliahan, tatap muka paling sedikit 16 (enam belas) kali termasuk ujian tengah semester antara dan ujian akhir semester antara.
    • Semester antara hanya dilaksanakan antara semester genap dan semester ganjil.
    • Pengambilan matakuliah pada semester antara hanya diperbolehkan untuk metakuliah yang mengulang.
    • Mahasiswa boleh mengambil semester antara setelah semester 6 (enam)
    • Waktu pelaksanaan semester antara ditetapkan pada kalender akademik.

D.     Perkuliahan

  1. Perkuliahan tatap muka harus dilakukan pada ruang dan waktu sesuai dengan jadwal.
  2. Kegiatan kuliah tatap muka efektif paling sedikit 16 (enam belas) minggu/tatap muka, termasuk ujian tengah semester dan ujian akhir semester.
  3. Kekurangan waktu kuliah efektif harus dipenuhi di luar jadwal yang ditetapkan atau pada minggu tenang.
  4. Ruang kuliah masing-masing prodi ditetapkan oleh Universitas dengan koordinasi dengan fakultas.
  5. Perkuliahan dapat dilaksanakan pada pagi hari, siang atau sore/malam hari sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

E.     Praktikum

  1. Praktikum dilaksanakan di Laboratorium Prodi dan dapat juga di luar kampus sesuai program dan jadwal yang telah disetujui oleh pimpinan.
  2. Pelaksanaan Praktikum dikoordinasi oleh Kepala Laboratorium Program Studi, atau Kepala UPT PPL/PKL untuk Program Pengalaman Lapangan (Praktik Mengajar).

F.      Ujian Tengah Semester (UTS)

  1. Pelaksanaan UTS dilaksanakan apabila perkuliahan telah berlangsung sedikitnya 8 tatap muka
  2. Mahasiswa yang diperkenankan mengikuti UTS adalah mahasiswa yang mengikuti 6 minggu tatap muka efektif dan memenuhi persyaratan administrasi.
  3. Pelaksanaan UTS sesuai ketentuan Universitas.

G.    Ujian Akhir Semester (UAS)

  1. Pelaksanaan UAS diberikan apabila perkuliahan telah berlangsung sedikitnya 16 minggu tatap muka efektif.
  2. Mahasiswa yang diperkenankan mengikuti UAS adalah mahasiswa yang telah mengikuti sedikitnya 12 minggu tatap muka efektif.
  3. Pelaksanaan UAS dilakukan sesuai jadwal yang ditentukan Universitas.
  4. Memenuhi persyaratan administrasi UAS.

H.    Skripsi

  1. Kegiatan penyusunan Skripsi bertujuan sebagai ukuran kemampuan mahasiswa dalam menggunakan ilmu yang telah diperolehnya selama perkuliahan di S.1 sesuai dengan arah kurikulum.
  2. Persyaratan menempuh Skripsi:
    1. Terdaftar sebagai mahasiswa
    2. Telah menyelesaikan sejumlah SKS yang ditentukan fakultas/ prodi, telah lulus matakuliah prasayarat, dan IPK ≥ 2,50.
    3. Sudah mencantumkan Skripsi di Kartu Rencana Studi dan memenuhi persyaratan administrasi UAS.
  3. Mekanisme dan prosedur penyelesaian skripsi diatur oleh fakultas/ prodi masing-masing.
  4. Penulisan skripsi sesuai dengan ketentuan Buku Pedoman Penulisan Skripsi.
  5. Skripsi dikatakan sudah selesai apabila mahasiswa sudah dinyatakan lulus dalam ujian skripsi.
  6. Naskah skripsi yang sudah direvisi sesuai masukan pembimbing dan/atau dosen penguji kemudian dijilid dan disahkan sesuai aturan dalam Buku Pedoman Penulisan Skripsi dan diserahkan kepada pihak-pihak yang ditentukan.

I.       Penilaian

  1. Nilai Akhir

Nilai Akhir (NA)  diperoleh dari Penilaian Presensi (P),  Tugas/prak-tikum (TGS), Ujian Tengah Semester (UTS), dan Ujian Akhir Semester (UAS). Ketentuan penghitungan nilai akhir adalah, sebagai berikut:

1P + 2TGS + 3UTS + 4UAS

NA   =

10

Adapun nilai hasil belajar mahasiswa dinyatakan dengan Nilai Huruf yang didistribusikan, sebagai berikut:

Interval Nilai Nilai Huruf Nilai Mutu
 80 < NA ≤ 100 A 4
 75 < NA ≤ 80 AB 3,5
 70 < NA ≤ 75 B 3
 65  < NA ≤ 70 BC 2,5
 55 < NA ≤ 65 C 2
45 < NA ≤ 55 D 1
    0 < NA ≤ 45 E 0
  1. Kelulusan matakuliah
  1. Mahasiswa dinyatakan lulus matakuliah jika mendapat nilai A, AB, B, BC,
  2. Nilai D dinyatakan tidak lulus dan kehadiran boleh hanya 50% dan mengulang ujian pada ujian akhir semester (UAS) sesuai dengan ketentuan
  3. Nilai E dinyatakan tidak lulus dan wajib mengikuti perkuliahan pada semester berikutnya sesuai ketentuan.
    1. Hasil studi semester
  4. Dosen menyerahkan nilai kepada Kaprodi masing-masing sepuluh hari setelah UAS selesai.
  5. Sepuluh hari berikutnya diterbitkan KHS (kartu hasil studi) oleh Kaprodi dan dibagikan kepada mahasiswa.
  6. Untuk menetapkan Indeks Prestasi Semester (IPS), semua nilai matakuliah yang diprogramkan harus diperhitungkan termasuk matakuliah yang mendapat nilai E.

 

Σ KN       Σ KN  = Jumlah kredit x Nilai

IPS  =

Σ K            Σ K  =  Jumlah kredit

 

  1. Angka IPS ditulis dua angka di belakang koma.

 

  1. Kelulusan Akhir
  1. Seorang mahasiswa dinyatakan lulus apabila mahasiswa yang bersangkutan memunyai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) ³ 2,50  dengan nilai D sebanyak-banyaknya 5% dari jumlah sks dan tanpa nilai E.
  2. Penetapan IPK dengan rumus:

 

Σ KN                   Σ KN  = Jml. kredit x Nilai

IPK  =

Σ K                                  Σ K     = Jumlah kredit

 

  1. Angka IPK ditulis dua angka di belakang koma.
  2. Transkrip nilai akhir suatu program  ditulis  dengan  Nilai   Huruf (A, AB, B, BC, C, atau D).

J.      Kepenasihatan Akademik

Kepenasihatan akademik adalah suatu upaya yang dilakukan di luar jadwal perkuliahan, melalui kontak pribadi seorang dosen dengan seorang mahasiswa atau kelompok mahasiswa, untuk membantu mahasiswa tersebut mencapai hasil belajar (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) yang optimal sesuai dengan waktu yang ditentukan. Kepenasihatan akademik dilaksanakan oleh dosen wali.

  1. Tujuan
    1. Membantu mahasiswa dalam menyesuaikan dirinya dengan kehidupan kampus.
    2. Membantu mahasiswa menentukan cara-cara belajar yang sesuai (efektif dan efisien).
    3. Membantu mahasiswa mengatasi kesulitan pribadi terutama yang berhubungan dengan studinya.
    4. Membantu mahasiswa memahami dan menghayati sikap ilmiah. Secara umum bentuk bantuan kepada mahasiswa dalam rangka kepenasihatan studi tersebut adalah memberikan petunjuk, pengarahan, informasi, dorongan, nasihat/peringatan, konsultasi/ komunikasi dengan pihak-pihak yang diperlukan, membantu menemukan alternatif pemecahan masalah, dan sebagainya.
  1. Kewajiban Dosen Wali
  1. Membimbing sejumlah mahasiswa di bawah wewenangnya dalam bidang akademik secara preventif, kuratif, dan persuasif.
  2. Apabila ada masalah akademik atau nonakademik yang tidak dapat diatasi wajib berkonsultasi dengan Kaprodi dan Dekan.
  3. Mengadakan pertemuan konsultasi dengan mahasiswa yang dibimbingnya.
  4. Memberikan laporan (tertulis) mengenai hasil kerja kepenasihatan (perkembangan mahasiswa) kepada Kaprodi.
  5. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa bimbingannya untuk berkonsultasi secara langsung kepada Kaprodi dan Dekan.
  6. Bertanggung jawab penuh akan kelancaran kegiatan kepenasihatan.
  7. Menyampaikan saran-saran demi kesempatan pelaksanaan kepenasihatan.
  8. Tidak boleh mengalihkan tanggung jawab kepada pihak lain dalam hal mengemban tugasnya.

 

  1. Kewajiban Mahasiswa
  1. Memahami pentingnya kepenasihatan.
  2. Mengadakan komunikasi secara aktif tentang program dan kegiatan studinya serta kesulitan-kesulitannya.
  3. Mahasiswa wajib mematuhi ketentuan-ketentuan kepenasihatan (waktu, tempat, prosedur, dan lain-lain).
  4. Menaati hasil kepenasihatan.
  5. Melaporkan prestasi studi.
  6. Menerima sanksi-sanksi atas kesalahan.